Selasa, 2009 Juni 02

Gambar pertama ikut Sekolah Minggu

Tanggal 30 Mei 2009 kemaren Ayah sama Ibu mengajak Kakak ambar sama laras ikut sekolah pertama kalinya buat kakak sama adik. Acara sekolah minggu jam 08.30 sampe Komuni digereja karena sekalain buat anak-anak dapet berkat dari ROMO.
Setelah sampe di Halaman gereja, Eyang sama tante langsung masuk ke gereja, sedangkan ayah sama ibu sama kakak ambar sama adik laras menuju parkiranan Belakang sekaligus ke tempat sekolah minggu. Tetapi sampe Ruang Martinus peserta sekolah minggu masih sedikit. Terus kita sepakat untuk ikutan Misa.
Setelah pembacaan Injil pertama ayah dan adik laras menuju Tempat sekolah minggu ternyata sudah mulai. Setelah mengetahui sudah dimulai ayah sama adik menjemput ibu sama kakak untuk ikutan sekolah minggu.
Nah.....tibalah saat nya buat kakak sama adik bergaul.....
Mereka dengan serius mendengarkan cerita dari kakak yang membawakan acara sekolah minggu, Berdongeng dan menjawab pertanyaan. Tapi kakak sama adik temtunya belum bisa dunk yah hehehe
Nah akhirnya kakak pembina membagikan meja kecil untuk dipakai menggambar. Semua anak2 menuju kedepan untuk mengambil meja. Namun kakak sama adik masih takut. AKhirnya kakak pembina melihat kita anggota baru kita mendapatkan 1 meja kecil untuk menggambar. Dipakailah meja itu kakak sama adik hehehehe....mereka seneng dengan warna warni itu.
Nah hasilnya ..........................seperti yang terlihat





















Setelah Komuni tiba kita semua bersama anak2 yang lain maju kedepan untuk mendapatkan berkat dari ROMO.

Terima kasih Tuhan kakak sama adik sudah mulai Belajar.

Nih Foto terbaru mereka.......cantik kan hehe

Jumat, 2009 Mei 15

Ampunilah kesalahan Laras:-)

Ayah dan ibu sering mengajak kakak dan adek untuk nyanyi lagu Bapa Kami terbaru, lagunya lebih cepat dan dinyanyikan penuh semangat. Karna sering denger, mereka suka mengikuti beberapa bagian kata walopun belum seluruhnya mereka hafal…

Ada kejadian lucu sekitar sore tanggal 12 Mei 2009, sewaktu menunggu ayah dan ibu pulang dari kantor. Kebetulan tante sudah sampai duluan, tante ngajak adek Laras menyanyikan lagu Bapa Kami bersama-sama. Awalnya semua lancar-lancar saja, tiba-tiba pada bagian “… dan ampunilah kesalahan kami, dst” Laras mengucapnya menjadi “kesalahan laras”, oleh tante diarahkan “bukan kesalahan Laras tapi kami” tapi tetep saja sewaktu diulang laras bilang “kesalahan laras” sehingga membuat tante-nya tertawa dan kami pun yang diceritakan ikut tertawa…

Berkunjung ke markas Sehat

Sabtu pagi, rencananya ibu sudah bikin janji ke markas sehat di komp. PWR, ragunan. Semula rencananya, Kamis sore sekitar jam 17.30 tapi karna tidak keburu akhirnya direschedule sabtu pagi jam 9. Kami baru jalan dari rumah sekitar 9.15, karna kehebohan mempersiapkan keperluan kakak dan adik. Sekitar jam 10 kurang kami tiba disana.

Ada kebiasaan norak kakak deh yang belum bisa hilang, kalo memasuki sesuatu tempat baru dan ketemu orang baru, pasti dia akan nangis ketakutan. kalo sudah begitu, biasanya bisa menular ke adeknya, tapi untungnya adek mau diem setelah ditunjukkan lukisan anak-anak serta mainan yang ada disitu…sementara kakak butuh waktu buat mendiemkannya.
Akhirnya kami berlima duduk diruang tengah yang dipasang karpet berikut dengan mainan yang tergeletak diatas karpet, tidak lama kemudian kakak dan adek mau bermain bersama, walopun ada mainan yang direbutkan bersama…sementara ibu ketemu dengan Zr. Evi mengisi data administrasi yang diperlukan.

Tidak lama menunggu, akhirnya tiba giliran kakak dan adek masuk ke ruangan dokter, dokternya hari ini dr Apin. Wualahhh begitu masuk kedalam, nangis lagi, adek yang tadinya diem, ikut-ikutan nangis juga, heboh deh, hehehe…akhirnya setelah dibujuk-bujuk dengan mainan yang ada, mereka agak sedikit diem. Ibu dan ayah berkonsultasi dengan dr Apin sembari mengajak adik dan kakak bermain dilantai, hehehe…tapi sewaktu diperiksa tangan dan badan dengan menggunakan stestoskop, adik dan kakak kembali menangis lagi…

Keliatannya pun dibeberapa bagian tubuh mereka ada bercak-bercak merah seperti rosella, adek dan kakak kena lagi…

Kami sempet konsult masalah perkembangan adik dan kakak yang terlahir sebagai bayi prematur, deman kejang dan rosella serta imunisasi yang akan mereka dapat dua bulan ke depan.

Ada tambahan informasi yang kami dapat mengenai kejang deman. Kejang deman yang adek alami beberapa waktu lalu, adalah kejang deman komplek karna terjadi lebih dari satu kali. Pemakaian diazepam/zensolite sampai saat ini masih kontroversi karna diduga bisa mengakibatkan henti nafas pada bayi, sehingga perlu penangganan CPR yang tepat. Sebaiknya tidak perlu diberikan obat diazepam, kalau kondisi bayi setelah kejang, tidak sadar diri segera bawa ke RS.

Kakak cium pipi ibu, muachhhh….
Hari Minggu ini, ibu memilih tinggal dirumah bersama dengan kakak adik, sementara ayah, eyang pergi ke acara arisan keluarga di Pondok Benda, Pamulang. Ibu pikir juga biar kakak dan adik bisa cepet fit deh, sehingga kalo senin ditinggal tidak rewel.

Ayah dan Eyang pergi sekitar jam 11.30, adek sudah tidur. Sementara kakak belum. Akhirnya ibu kelonin si kakak sembari nenen biar tidur. Sampai jam 2, adek bangun dan kakak akhirnya tidur juga. Adek main bersama mbak Warni. Karna laper, ibu buru-buru ke dapur untuk makan siang, ternyata pada saat ibu mengambil makanan kakak bangun dan menangis gitu. Ibu buru-buru makan setelah itu ibu ajak kakak tidur lagi, memang keliatannya kakak gak mau tidur siang sampai jam 3an, akhirnya ibu putuskan untuk membiarkannya main bersama adik.

Sorenya, setelah mandi dilanjutkan dengan makan, ibu kira kakak akan tidur cepet. Sejak jam 7 kurang, ibu sudah ajak kakak tidur tapi ternyata setelah dinenenin sekian lama pun, kakak masih mengajak main. Akhirnya kakak digendong ayah sementara adik ibu keloni, adik tidak lama langsung tertidur lelap. Karna tau adek sudah tidur, ayah mengajak kakak ke kamar. Ibu pura-pura saja merem, sewaktu kakak ditidurkan disamping ibu, kakak panggil “ibu…ibu…” karna gak ada sahutan, dia masih memanggil “ibu…ibu…” tapi ada yang bikin ibu gak tahan ketawa adalah, dia ciumin pipi kanan kiri serta dahi ibu seperti kebiasaan yang ibu lakukan ke dia pada saat pamit kerja dan mau tidur. Akhirnya ibu buka mata, tiba-tiba dia bilang lagi “ ibu, nenen…ibu nenen…” wah ternyata kakak sudah mulai pintar komunikasi kalo pingin sesuatu, hehehe…Akhirnya ibu berikan nenen ke kakak, sementara ibu dan ayah ketawa dengan aksinya kakak, ibu sempet tanya memang ayah ajari ternyata gak tuh…Ayah akhirnya keluar kamar, tiba-tiba kakak nyeletuk “ya ayah keluar deh” buru-buru ibu bilang ada yang mesti ayah kerjakan, kakak bobo aja ya…akhirnya sekitar jam 21.30 kakak baru tertidur pules.

Batuk pilek seperti bola ping-pong

Batuk pilek seperti bola ping-pong

Sejak dua minggu lalu, kakak dan adek gak enak badan. Mereka kena batuk pilek. Penyakit itu seperti diping-pong aja antara kakak dan adik, ibu juga sempet ikutan kena.

Senin tanggal 4 Mei 2009, ibu ditelp eyang, katanya adek panas badannya. Sebetulnya sewaktu pagi mau berangkat ke kantor, ibu dan ayah sudah merasa ada yang tidak enak hari ini, sepertinya wajah kakak dan adek tuh lesu dan mereka keliatan lemas. Bener saja menjelang siang, badan adek anget, dia maunya tidur saja. Sekitar jam 2, eyang telp katanya panasnya sudah 39.2oC. Ibu minta eyang memberi adek minum sebanyak-banyak dan kasih sanmol untuk penurun panasnya. Ibu sudah was-was dibuatnya, karna adek pernah kejang di 39.4. Setelah rundingan dengan ayah, keliatannya ibu yang mesti pulang karna ayah sibuk dikantor.

Akhirnya ibu ijin ke bos ibu sekitar jam 2.15, agak-agak kaget ibu disaat kondisi dan situasi gak enak, bos ibu memperingatkan ibu untuk bisa datang on time ke kantor besoknya dan akan ada kerjaan tambahan karna ada rekan ibu yang resign, dia mentolerir telat sampai dengan 15 menit saja. Ibu iya kan saja, karna sudah panik dengan panas badannya Laras.

Ibu pulang naek kereta api, sekitar jam 3an dengan AC ekonomi turun di Tebet, setelah itu dilanjutkan dengan ojek ke Cipinang Muara. Sesampainya dirumah, adek di gendongan eyang. Keliatannya panasnya sudah turun, dia keliatan berkeringat, sementara kakak dengan mbak Warni. Setelah ibu dirumah, adek minta digendong ibu. Ternyata ayah pun menyusul pulang, ayah kira ibu masih diperjalanan, karna dia rencananya mau menjemput ibu ditebet, padahal saat itu ibu sudah dirumah …

Adek tidur sore itu, tapi sekitar jam 6 lebih, badannya panas lagi. Setelah diukur ternyata 39.2, buru-buru diminumkan sanmol. Adek tertidur digendongan pundak ayah, sampai malem ternyata dia tidak mau ditidurkan ditempat tidur…

Karna adek masih panas semalaman, akhirnya ibu putuskan untuk tidak masuk ke kantor untuk menjaga adek. Adek rewel dan minta gendong sepanjang hari, sementara kakak berceloteh ke setiap tetangga yang lewat depan rumah kalo adeknya sakit,
hehehe…Menjelang sore hari, badan adek sudah tidak terlalu panas walopun masih anget dan rewel.

Ibu kembali masuk kantor hari Rabunya. Hari Kamis tanggal 7, eyang cerita kalo kakak yang panas hari itu, sementara adek cerah ceria…mereka sering rebutan minta digendong eyang, kakak tuh bisa bilang gini, “angan adek, kakak atit, pusing” sembari nunjuk ke kepalanya kalo adeknya ngeledek atau ngajak main bareng ataupun rebutan minta gendong ke eyang, hehehe…kakak bilang “endong yang” untuk minta digendong oleh eyang…Sepanjang hari Kamis, eyang keliatan kecapean menghadapi kerewelan adek dan kakak karna dua-duanya tidak mau lepas dari gendongan.

Selain panas, kakak dan adek sakit batuk dan pilek. Terkadang malam hari setiap batuk berakhir dengan muntahan susu dan makanan mereka, terutama disaat mereka tidur tiba-tiba mereka batuk, kalo sudah begitu, ayah dan ibu harus buru-buru memposisikan mereka duduk atau digendong…Selanjutnya, adek atau kakak akan minta digendong ayah sampai mereka tertidur.

Hari Jumat, akhirnya diputuskan ayah yang tidak masuk kantor untuk menjaga kakak dan adik. Sepanjang hari, kakak sama sekali tidak mau lepas dari ayah, kata ayah sih dua-duanya manja minta digendong terus hehehe…

Selasa, 2009 April 28

Kakak tergila-gila ke pasar:-)

Ada kebiasaan baru si kakak, dia sekarang paling suka kalo diajak ke pasar, hehehe…sebetulnya bukan cuman kakak, adek juga gitu tapi keliatannya yang paling parah kakak. Buktinya dia sampai meminta eyang pergi ke pasar sekitar jam 10 atau 11 pagi setelah itu sekitar jam 2 siang, dia juga minta eyang ke pasar bersama dia, begitupun sore hari, hehehe…

Eyang mungkin bercampur kesel dan geli menghadapi kebiasaan baru kakak…bayangkan pernah sekitar jam 11, kakak minta ke pasar dengan eyang, sewaktu melewati penjual ayam hidup, kakak nyeletuk “ dag-dag ayam” sementara orang sekitar yang mendengar tertawa geli…Kakak minta eyang masuk lebih dalam lagi ke pasar, melewati tukang buah, trusan tukang sayuran, sewaktu eyang mengajak keluar kakak meminta ke tukang ikan tapi eyang bilang kakinya sakit, dia bilang “sakit yang” baru lah dia mau diajak pulang…Selanjutnya sekitar jam 2 siang, kakak minta ke pasar juga, padahal jaraknya dari rumah sekitar 300m, karna panas eyang sering kali membohongi kakak kalo ayahnya pulang dan akan mengajaknya ke Kelapa gading barulah dia mau pulang ke rumah…sewaktu melewati penjual ayam Kentucky, dia minta dibelikan oleh eyang, haduuuh gawat ya kalo kakak begitu…tp memang kata eyang kakak dan adik mau makan banyak dengan ayam goreng tsb, sampai-sampai eyang buatkan sendiri untuk kakak dan adek. Hampir tiap hari seperti itu, bolak-balik pasar – rumah.

Mudah-mudahan kakak suka ke pasar bukan menunjukkan kearah konsumtif ya, tapi lebih karna dia melihat beraneka ragam barang-barang didalam pasar:-)

Oia, dia juga mulai sering tau ini apa, apa??? Begitu trus diulang-ulang, sampai bosen menjawabnya, hehehe…wah rasa pingin taunya kakak mulai adanya:-)

Laras kejang deman

Selasa, tanggal 17 Maret 2009, sekitar jam 2an ibu telp ke rumah, terdengar suara eyang sedih dari seberang sana. Eyang bilang kepala adek panas, dari pagi adek tidur mulu…ibu bilang ke eyang, diberi minum yang banyak saja, adek memang agak susah diukur suhu badannya dan diberi obat penurun panas, jadi ibu pikir diberikan minum yang banyak dulu saja…

Sekitar jam 3an, eyang telp katanya panas adek tambah tinggi, adek rewel banget, karna masih susah untuk mengukur suhu badannya, ibu tetep minta eyang untuk kasih minum yang banyak ke adek. Ibu sebenernya sudah was-was dan pingin pamit pulang, tapi karna diwanti-wanti teman sebentar lagi jam pulang…akhirnya begitu jam 5 teng, ibu langsung buru-buru pulang dan janjian dengan ayah ditebet…

Sekitar jam 6 lebih, ibu sampai dirumah, adek lemas digendongan eyang. Yang pertama ibu lakukan adalah mandi, setelah itu ibu segera menyusui adek…sembari ibu menyusui adek, ayah memijat kaki adek, tapi memang ada yang aneh kakinya dingin, setiap dipijat kakinya adek teriak trusan nangis, kita pikir adek keseleo, akhirnya pelan-pelan dipijat tapi kok adek masih teriak kesakitan, trusan ayah pindah pijet kebagian lain kemudian pijat ke kaki lagi, tiba-tiba adek melepas nenennya dan dia kejang …matanya keatas, mulutnya seperti mo mengigit, tangan dan kakinya kejang, ayah sempet menahan mulutnya dengan memasukkan tangannya ke dalam mulut, ibu berusaha mencari sesuatu untuk mengantikan tangan ayah, kejang itu sekitar 2-3 menit. Setelah kejang, ibu ukur suhunya sekitar 39.4oC, adek nangis kejer buru-buru ibu minumkan sanmol…

Karena tidak berpengalaman menghadapi anak kejang, akhirnya kami putuskan membawa adek ke rumah sakit. Sebelumnya dijalan, ibu sempetkan menelp ibunya Bita untuk mendapatkan informasi mengenai kejang, padahal ibu pernah baca-baca lho mengenai kejang demam ini, tapi begitu menghadapi anak kejang, kok blank ya:-)

Dari ibunya Bita, ibu dapat pencerahan bahwa tak ada obat untuk mencegah kejang, tapi ada obat yang dimasukkan lewat anus pada saat kejang yaitu diazepam + propeleum jelly…

Kami tiba di RS Bunda sekitar jam 7.20 malam ternyata dr Risma sudah pulang, akhirnya kami putuskan ke Prof. Asril, informasi dokter tsb bilang bahwa adek kena radang tenggorokan, dia meresepkan puyer obat radang, zensolite untuk obat kejangnya dan sanmol. Selama dirumah sakit, kakak ikutan juga menemani adeknya.

Ternyata sepulangnya dari RS, adek tertidur meskipun kurang nyenyak, sedikit-sedikit minta nenen. Sekitar jam 2 pagi sewaktu nenen, adek tiba-tiba melepaskan nenennya dan kejang untuk kedua kalinya…ibu sudah membangunkan ayah untuk mengukur suhu dan meminumkan sanmol karna kepala adek panas sekali tapi karna tidak terpikir akan kejang lagi…saat kejang, ayah menjaga adek dan berusaha memiringkan tubuh adek, sementara ibu lari ke kulkas mengambil zensolite untuk dimasukkan ke lubang duburnya...ternyata gugup juga, untuk mencari lubang dubur adekpun rasanya susah sekali…kejang kedua ini lebih singkat dibanding kejang pertama. Saat diukur suhu badan adek 39.4oC. Akhirnya ibu minumkan Sanmol lagi ke adek, agak sedikit lama setelah digendong ayahnya adek tertidur tapi menjelang jam 4, adek rewel lagi dan baru mau tidur setelah digendong ayahnya…

Kami bangun agak siang Rabu tanggal 18, sekitar jam 6.30 kakak masih tertidur lelap…Suhu badan adek masih panas, ibu jadi kuatir kalo suhu adek 39.4, takut akan kejang lagi, buru-buru kami minumkan sanmol…Hari itu akhirnya diputuskan ayah dan ibu tidak masuk kantor, tapi ternyata ayah tetep harus masuk kantor sebentar karna ada deadline kerjaan.

Sampai siang, suhu badan adek masih panas, ibu coba kompres kepalanya dengan lap basah, cuman adek gak mau, jadi suka ngumpet-ngumpet ngompresnya, kalo adek tertidur, ibu kompres dahinya dengan air hangat…Suhu badan adek sejak semalam, berkisar 39.4 setelah minum sanmol turun sekitar 38.4 begitu trus…sampai sore sekitar jam 3an, badan adek panas lagi, sementara dia sudah hampir 4x diberi sanmol kalo panas, ibu dan ayah was-was juga kalo sampai malam begitu lagi, adek bisa minum sanmol lebih dari 5x yang seharusnya hanya 5x sehari…

Akhirnya ibu telp ibunya Bita, dari ibunya Bita ibu dapat no telp dan alamat markas Sehat di Pasar Minggu. Rencananya ibu mau bawa adek ke sana saja, tapi ternyata setelah ditelp hari itu tidak ada dokter yang praktek tapi ibu dapat info dari suster Evi, kalo kejang deman itu suhu anak akan bisa normal atau turun setelah tiga hari.

Kami putuskan ke Bunda, ke dr Risma, kami pergi hanya bertiga, kakak tinggal dirumah bersama eyang…Kami tiba dirumah sakit sekitar jam 5an, menunggu giliran di no antrian 15. Saat tiba giliran adek, suhu badannya 39.4oC. Penanganan dr Risma, adek langsung diperiksa kondisi badannya, cek telinga ditakutkan ada infeksi dan tengorokannya dugaannya ada radang tenggorokan. Adek diberi obat kejang yang diminumkan dan yang dimasukkan ke dalam dubur, ada dua obat panas yang diminumkan ke adek, puyer obat panas yang dicampur dengan obat kejang dan sanmol serta proris ibuprofen yang diminumkan berselang selama 4 jam, selain itu dia dapat puyer untuk radangnya, ada puyer antibiotiknya juga…

Haduuuhhh agak-agak ngeri ibu ngeliat obatnya adek kali ini…sempet sih ibu check dengan dr Risma tapi menurut dia panasnya adek bisa berpotensi kejang lagi, karna kuatir dan capek akhirnya adek diminumkan puyer obat panasnya juga dirumah sakit...

Malamnya, karna capek, ibu minta ayah bergantian menjaga adek, sembari dikompres dahinya…ternyata memang bener informasi suster Evi, meskipun diminumkan obat penurun panas, panasnya hanya turun 1 derajat saja. Jadi sebenarnya, panas selama deman kejang memang tidak bisa dicegah, kasian adek yang minum obat bertubi-tubi semalam itu. Sepanjang malam, ibu berusaha mengecek dahi adek dan memasangkan kompres di dahinya…

Kamis paginya, adek masih diminumkan sanmol, siang hari adek sudah mendingan mau makan dan turun dari gendongan ayah…sorenya suhu adek sudah turun dan dia mulai mau jalan-jalan tapi ternyata adek maunya disepanjang jalan depan rumah…Ada bercak-bercak merah dimukanya, ibu semula curiga takutnya karna efek obat yang diminum adek…tapi ternyata setelah cek, adek keliatannya kena tampek lagi…padahal januari kemaren, dia sudah kena lho tapi kok kena lagi dan disertai kejang demam. Syukur lah adek sudah tidak rewel dan turun panasnya…

Keesokan harinya, ibu dan ayah kembali kerja…Dari pengalaman adek, kami belajar dan jadi sedikit tau tentang kejang deman:

- ternyata panas akibat kejang deman bisa berlangsung 3 hari,

- saat kejang, baringkan anak dalam posisi datar dan miringkan tubuhnya

- kalopun diberikan obat penurun panas dan kejang, suhu tubuh anak hanya berkurang satu derajat saja,

- sebaiknya anak dikompres atau direndam dengan air hangat (sewaktu ibu lakukan itu ke adek, dia menjerit-jerit sehingga akhirnya ibu lap saja badannya).

- Kejang demam tidak bisa dihindari

Selama adek sakit, kakak manis lho, hehehe...dia mau bermain dengan eyang dan mbak dirumah, pengertian banget kamu kak:-)

Senin, 2009 Maret 23

Hadooohh, mereka sering berantem lho…

Ada kebiasaan baru yang jelek banget nih, tidak tau dapatnya dari mana…mereka sering mendorong atau menjambak rambut sodaranya lho, ibu sampe ngeri dibuatnya…
Kejadiannya biasanya kalo adik sedang asik dengan sesuatu tiba-tiba kakak merebutnya dan buru2 berjalan/berlari meninggalkan adik, adik bisa mengikuti kakaknya nah kalo sudah kekejar baru didorong atau dijambak kakaknya, begitu juga si kakak kadang dia balas dengan menjambak adiknya tapi kok ini makin kesini keliatannya adik semakin agresif deh ke kakak, kalo sudah gitu, pastinya jadi rame deh dengan jeritan dan berakhir dengan tangisan mereka… kami berusaha menenangkan mereka, setelah mereka diem sering kali kami nasehati untuk tidak mendorong atau menjambak rambut kakak atau adiknya, sesudah itu baru kami minta mereka untuk saling sayang-sayangan, biasa adik akan menghampiri kakaknya dan mencium pipinya, indahnya hehehe

Coretanya Adek Laras

Temen temen nih adek udah suka corat coret nih.........jangan coret coret tembok ya sayang..

Nih fotonya.....



Minggu, 2009 Februari 15

Makan dirumah tetangga

Kejadian ini tanggal 6 Februari kemaren sewaktu ibu cuti. Setelah mandi sore sekitar jam 4an, ibu mengajak mereka ke rumah kakak Nindy. Rencananya setelah jalan-jalan baru mereka makan sore sekitar jam 5.30 sesuai jadwal mereka. Lingkungan sekitar situ masih sepi, tapi tidak lama kemudian, kakak Nindy keluar. Oh ternyata dia lagi makan sore disuapin oleh eyangnya dengan ayam kentucky-an yang beli dideket rumah. Adek dan kakak ngeliatin aja, kemudian oleh eyang Nindy disuapin lah mereka, lha kok malah telap-telep digitu, hehehe...Eyangnya Nindy seneng banget waktu nyuapin mereka. Karna sudah dijemput kakak Dina, akhirnya kakak Nindy pun keluar main padahal makanannya belum habis lho...sementara kakak dan adik malah tetep diteras situ, sembari makan dengan disuapi eyangnya Nindy. Ibu malu deh tapi mo gimana lagi, kakak dan adek sewaktu diajak keluar malah deket-deketin eyangnya Nindy. Eyang itu bilang ya sudah gpp, kalo anak kecil memang biasanya seperti itu, ibu sih gak tau bener gaknya tapi ya sud lah...

Mungkin karna kenyangan, sewaktu mau disuapkan ke mulutnya, si adik bilang „gak au“ sembari mengatupkan mulutnya. Sementara si kakak masih lanjut makan tapi tidak lama kemudian selesai meskipun nasi dan lauknya masih ada. Mungkin mereka semangat makan karna lauknya bukan biasa mereka makan, jadi mungkin seneng ya ditambah makan bareng dengan kakak Nindy dan Dina, hehehe...

Merebut sandalnya kakak Zarah dan Dina

Biasanya setelah mandi sore dan berpakaian rapih, eyang selalu membawa mereka jalan-jalan. Entah itu melihat monyet dibelakang rumah atau melihat adik bayi diwarung eyang Kelik atau main ke dalam gang depan rumah, tepatnya ke rumah kakak Zarah dan Dina...Ada kejadian lucu kalo mereka sudah tiba dirumah kakak Zarah, biasanya mereka langsung belok masuk ke beranda rumah tsb, mencari atau mencoba sandal kakak Zarah dan Dina yang tergeletak di keset depan rumah mereka. Kalau kebetulan sandalnya ada, mereka langsung ribut melepas sepatu/sandalnya dan mencoba milik kakak-kakak tsb. Ternyata rumput milik tetangga lebih hijau berlaku buat mereka, hehehe. Padahal secara ukuran, sandal-sandal itu jauh kebesaran buat mereka tapi tidak tau tuh terkadang, disaat mereka main dengan sandal itu, tiba-tiba kakak Zarah dan Dina harus keluar rumah dan menggunakan sandal tsb, mereka pun gak rela melepas sandal-sandal itu. Jadi walaupun sandal-sandal tsb sudah dipake, mereka masih mengikuti dan merebut sandal tsb dengan cara menarik dari kaki kakak-kakak itu. Karna kecil, mereka kalah dong dan yang ada ujung-ujung nangis lah dua-duanya, eyang sampai malu dibuatnya. Memalukan ya tapi geli bagaimana lagi secara mereka masih kecil belum tau apa-apa:-)
Sebelum itu tante Elin pun kerap harus meninggalkan barang-barangnya, seperti tas kecil selempang dengan gambar strawberry shortcake dan sandalnya yang sebetulnya ukurannya kebesaran juga buat adek kakak. Cuman akhirnya mereka sudah bosen, sehingga sekarang sandal itupun sudah tidak menarik buat mereka, hehehe...

Biar tidak malu-maluin, eyangnya membelikan sandal mirip dengan milik kakak Zarah dan Dina, tentunya dengan ukuran mereka tapi tetep lho, mereka lepas miliknya trusan pake sandalnya kakak tsb. Hehehehe, dasar anak kecil...

Sepatah ataupun dua patah kata dari kakak adik:-)

Ada beberapa kata yang bisa mereka gunakan : jatuh, hujan, takut, iiiihhh, embang untuk kembang, bah untuk lebah, pooh untuk boneka poohnya, inum untuk minum, nenen untuk asi/susu, aem untuk makan, dll...
Kalau dua kata, mereka biasa gunakan : ga au untuk mendeskripsikan kalo kakak/adik tidak mau sesuatu...
Terkadang masih suka ada bahasa planet juga yang suka diucapkan mereka, yang membuat orang tuanya bingung akan maksud mereka, hehehe. O ia, mereka kerap kali berteriak jika keinginannya tidak buru-buru diberikan, haduuuh kebiasaan yang tidak baik dan harus dirubah perlahan-lahan nih...

Senin, 2009 Januari 26

Laras kena tampek

Tanggal 7 Januari 2009, ibu akhirnya bekerja kembali setelah menjalani cuti tahunan yang lumayan lama, pinginnya sih nambah lagi, hehehe…Ibu cuti dari tanggal 22 des 2008 sampai tanggal 6 atau 7 januari, lupa karna pengajuannya di awal bulan des.

Ini hari kedua, ibu jalan ke kantor yang baru saja pindah lokasi dari Pancoran ke TB Simatupang tanggal 22 des kemaren, sedikit agak berjuang kalo mencapai kantor sekarang, hehehe... Perjalanan dicapai setelah naik kereta dari Manggarai ke Tanjung barat dilanjutkan dengan ojek menuju kantor, well ada sedikit perubahan:-)

Setelah menyelesaikan pekerjaan yang kepending, sekitar jam 10an ibu telp eyang buat menanyakan kondisi anak-anak di rumah. Kata eyang, dua-duanya rewel, apalagi adek minta digendong dan minta susu terus , wah begini ini deh, kaget mereka begitu ditinggal ibunya kerja, padahal ibu sudah wanti-wanti lho dari kemaren…

Badan adek panas dan minta dikeloni mulu oleh eyang sepanjang hari…kalau sudah gini, eyang biasanya panik dan minta adek diberi obat penurun panas, ibu minta eyang ukur panas badannya adek dengan thermometer kalo suhunya sampai 39 derajat baru diberi sanmol…tapi karna eyang bingung, akhirnya ibu bilang ke eyang untuk memberikan minum sebanyak-banyaknya ke adek walaupun akhirnya si adek jadi sering pipis, tapi gak papa itu yang bagus biar panas tubuhnya keluar melalui urine-nya…

Begitu juga pas malam harinya, adek rewel banget sebentar-bentar terbangun dan minta dinenenin, badannya memang agak panas juga, ibu berikan dia minum sebanyak-banyaknya…adik manja sekali, minta digendong ayah sementara kakak manis sekali tidur dengan nyenyaknya. Gpp mungkin karna adek lagi sakit, jadi kakak cukup ngertiin ya…:-) kalau dia lagi nenen, tiba-tiba adeknya terbangun, ibu bisiknya ke telinga kakak, kalau adeknya juga minta nenen, trus sama kakak dilepas dan dia lanjut tidur, begitu juga pada saat melek, dia mau mengalah lho demi adeknya…Ibu sampe terheran-heran dengan mereka seperti sedang tukeran roh kali ya, adek yang biasanya ngalah eh kali ini begitu manja dan meminta perhatian lebih sementara kakak pun berubah menjadi pengalah, mungkin sebaiknya jangan diomongin kali ya secara mereka masih berubah-ubah…

Minggu pagi tanggal 11 januari baru ketauan kalo adek kena tampek, ada rush merah di badannya terutama punggung…akhirnya minggu pagi adek hanya dilap saja oleh ayah. Sejak sabtu pagi adek sudah tidak terlalu rewel, sebenernya rush-nya sudah keliatan tapi kita tidak curiga kalo itu tampek malah ibu kira karna kena jari ayah…

Rencananya hari itu kami akan datang ke acara arisan keluarga dan misa pagi di gereja, adek tetep kami ajak pergi, untungnya sepanjang acara dia tidak rewel…pertanda badannya sudah enakan nih karna rush-nya sudah keluar semua…

Tahun baru di rumah sendiri.....

Sebetulnya ibu dan ayah punya rencana mau mencoba tinggal di Merpati residence selama ibu cuti, pingin tau aja rasanya bagaimana, hehehe…tapi karna kerepotan disana-sini, akhirnya baru tanggal 31 sore kami putuskan jadi menginap disana…Persiapannya lumayan heboh, hehehe. Kami jalan sore hari dari Cipinang sekitar jam 5.30, tiba jam 6.40an ternyata jalanan sudah macet, mungkin sudah banyak orang yang mau bersiap-siap tahun baru-an…

Setibanya disana, ayah dan ibu beres-beres dibantu oleh mbak Warni. Setelah beres-beres rampung, mbak Warni masak didapur sementara ibu ‘ngelonin’ mereka tidur. Malem tahun baru disana cenderung sepi mungkin karna jauh dari pusat kota dan keramaian ya…tp mulai ada keramaian mendekati tahun baru, keliatannya tetangga kami, ibu Ika mengadakan acara tahun baruan dirumahnya. Ada bunyi-bunyi kembang api dan teriakan-teriakan senang yang lumayan riuh. Untungnya sih adek dan kakak pules tidurnya…

Pagi harinya, adek dan kakak sudah bangun sekitar jam 5an, ibu ajak mereka keluar untuk menikmati matahari pagi diawal tahun 2009. seneng banget mereka! Selanjutnya diajak keliling komplek oleh ayahnya, sementara ibu memasak dan mbak warni mencuci baju.

Kami tinggal disana sampai Sabtu siang, situasinya sebenarnya menyenangkan banget dan bagus buat pertumbuhan mereka. Mereka bisa hidup rutin dengan baik disana, jam 7 mereka makan, setelah itu bermain-main sebentar, sekitar jam 8.30 mereka tidur baru bangun bisa jam 1 siang, selanjutnya makan siang, setelah itu bermain-main sampai sore. Menjelang jam 4 mereka mandi, kemudian diajak keliling komplek baru sekitar jam 5.30 mereka makan sore. Setelah itu bermain-main sampai jam 7, baru lanjut tidur malam.

Cuman disayangkan, karna sampai saat ini ibu belum punya asisten yang wokeh dan bisa dipercaya mengasuh si kembar, ya akhirnya kita kembali lagi ke rumah eyang, hehehe…kapan nih ibu dan ayah berani mandiri ya :p

Selamat Tahun Baru 2009..............

Natalan dirumah…

Natal kali ini ibu ambil cuti dari tanggal 22 Desember 2008 s/d 7 Januari 2009, ya lumayan lah sempet dapat ledekan “gak kelamaan tuh, ntar lupa lagi tempat duduknya dimana” atau “jangan-jangan dah ditempatin org lain” hehehehe…

Libur ini sebetulnya punya banyak rencana, tapi akhirnya kami lebih banyak tinggal dirumah karna tidak ada persiapan.

Kami ikut misa natal pada sore hari tanggal 24, ayah dan tante masih ngantor siang harinya. Persiapan mulai dilakukan jam 3.30, kali ini kami bener-bener terheboh-heboh mengikuti misa natal. Bayangkan misa jam 5.30, kami jalan dari rumah jam 5, sesudah itu disana-sini ada kemacetan yang tidak terhindarkan. Kami sampai harus berputar-putar untuk mencari jalan yang bisa dilalui, hehehe...coba bayangkan, seharusnya ayah bisa memutar arah di deket penjara cipinang gara-gara kemacetan sepanjang jalan I gusti ngurah rai, akhirnya kami terpaksa lurus ke arah jatinegara baru naik berbelok ke kiri sebelum lampu merah kodim trus naik ke atas bypass melaju ke perempatan lampu merah pramuka belok ke kiri menuju rawamangun, menjelang wisma arion pun sudah macet parah...kami buru-buru turun disamping gereja keluarga kudus rawamangun, sementara ayah mencari tempat parkir.

Syukurlah, kami bisa tiba di gereja sebelum misa dimulai. Meskipun susah mencari bangku kosong, akhirnya kami menemukan sederetan kursi yang terletak didepan tong sampah samping gereja. Kami pilih kursi yang paling ujung biar memudahkan adik dan kakak bermain kalau mereka turun dari gendongan. Selama misa kakak dan adik tidak terlalu ribut, karna tempat kami duduk depan belakang, yang ada kakak dan adik sering bolak-balik depan belakang, hehehe…

Biasanya pada misa/perayaan besar, selain misa pagi yang dikhususkan untuk anak-anak, romo atau frater jarang memberikan berkat buat anak-anak. Karna diluar dan jauh dari altar, kami hanya melihat dari layar tv yang disediakan diluar gereja. Kami melihat deretan anak-anak yang berbaris dan berjalan seakan-akan ada berkat untuk anak-anak. Akhirnya kami buru-buru maju ke depan untuk mendapatkan berkat buat adek dan kakak.

Misa akhirnya rampung sekitar jam 7an. Ternyata ayah parkir mobil hampir didepan pizza hut, waduuuhh jalannya lumayan banget dari gereja...:-) Semula rencananya, kami akan lanjut makan malam dikelapa gading, tapi karna kemacetan dimana-mana setelah mengelilingi rawamangun, akhirnya kami lewat by pass lagi menuju rumah kami dicipinang, waduuuhhh rencana jadi tinggal rencana saja nih, karna macet dimana-mana, hehehe...

Tanggal 25nya, pagi-pagi eyang sudah repot memasak, hari ini kami masak besar dirumah, karna biasanya sodara-sodara dari eyang akan datang ke rumah pada siang harinya, sementara tetangga kami malem harinya. Kami agak-agak takut menaruh kue-kue kering diatas meja, pastinya bisa diberantakin oleh adek dan kakak:-) sekitar jam 10.00 mbah Ani, tante Elin dan om Rio sudah sampai dirumah sepulang dari misa anak-anak pagi ini, selanjutnya mbah Mul sekeluarga, disusul mbah Ayu dan keluarga, keluarga om Kris, terakhir keluarga mas Tama. Untunglah adek dan kakak mau tidur dari jam 10 s/d jam 12an, mereka seneng banget, bermain bersama sampai sore, baru sekitar jam 5 mereka akhirnya mandi sore, hehehe...

Sayangnya sore hari sekitar jam 6 hujan deras. Baru menjelang malam tetangga berdatangan. Ibu gak sempet ikutan keluar karna harus menemani adek dan kakak tidur, biasalah ada ritualnya dulu sebelum tidur, hehehe...

„Selamat Natal "...........

Rabu, 2008 Desember 10

Foto goes to solo.






















































Goes to Solo rame-rame


Setelah ketunda rencana pulang kampung pada acara nikahan tante Tari juli kemaren karna kembar sakit, akhirnya atas desakan eyang kami memutuskan pulang bersama awal November ini:-)
Tante yang semula suka maju mundur dengan rencana ini akhirnya bisa confirm ikut setelah tau si kembar ikut pulang, hehehe…
Kami berangkat Jumat pagi tanggal 7 November naek kereta pagi sekitar jam 8 sampai jam 4.30 sore di Solo…
Persiapan dilakukan dari dua hari sebelumnya, tp gak rampung-rampung sampai saat keberangkatan tiba:-) abis ibu takut ada yang ketinggalan atau tiba-tiba dibutuhkan disana, sampai terpikir untuk bawa bottle strelizer, bahan makanan dan mainan mereka, kalo semua keperluan mereka diangkut, wah berabe juga ya:-)
Ibu dan ayah mengepak bawaan sampai jam 12 malem dengan hasil 1 koper besar merah, 1 tas bayi untuk keperluan mendadak selama dikereta, serta menyiapkan baju yang akan dipakai besok oleh kakak dan adek sementara adek dan kakak tertidur pulas mulai dari jam 21.30, hari ini ibu pulang telat karna ada acara perpisahan temen kantor.
Pagi harinya, jam 5.10 ibu sudah bangun semula niatnya membantu eyang yang sedang masak tapi ternyata hampir selesai persiapannya, sementara ayah membersihkan dan memanaskan mobil, akhirnya ibu putuskan untuk mandi duluan sebelum si kembar bangun…mereka agak siang bangun sekitar jam 6 blm ada tanda-tanda bangun, akhirnya ibu bangunkan untuk siap-siap mandi, setelah mereka dimandikan oleh ayah, sementara ibu mendandani mereka kemudian ayah mencari taksi yang akan mengantar kita ke gambir. Sementara ibu beres-beres, kakak dan adik disuapi makanan oleh eyang uti dan tante. Pas sekitar jam 6.30 motor ayah tiba dengan diikuti taksi dibelakangnya. Ternyata bawaannya lumayan banyak juga…
Tiba di Gambir sekitar jam 7an, kami langsung menuju ke atas…adek langsung minta turun dari gendongan, dia pingin berjalan diantara tas2 yang ditaruh deket bangku calon penumpang yang menunggu kedatangan kereta. Tidak lama kemudian kereta pun tiba, kami pun bergegas mencari gerbong 1 dengan kursi 11 a, b, c, d. sekitar jam 8 teng, kereta bergerak meninggalkan gambir.
Ambar dan Laras begitu menikmati perjalanan pertamanya naek kereta, mereka sempet duduk tenang dipangkuan ibu dan eyangnya. Tapi itu tidak lama, mereka minta diturunkan dari pangkuan dan mulai berdiri dideket dudukan kaki tanpa mau dipegangin, akhirnya mereka dibatasi dengan kaki. Tidak jauh dari tempat kami, ternyata ada suami isteri dan satu anak mereka, karna adek sudah mulai bosen akhirnya mengajak ayahnya untuk bermain ke tempat duduk temen barunya ini:-)
Agak ribet juga sepanjang perjalanan, kami sempet ke toilet membersihkan kakak dan adik yang pup secara bergantian…Mereka pun sempet tidur dari jam 10.00 s/d 02.30 aduuuhhh senengnya, bisa ibu dan ayah bisa istirahat sejenak:-) adek kami tidurnya dikursi sementara ibu dan ayahnya duduk dilantai, sementara kakak tidur dipangkuan tantenya.
Setelah mereka bangun, kami langsung berikan makan siang. Wah lumayan lahap juga ya, kebosanan mulai melanda mereka menjelang daerah Kutoarjo. Sehingga kami harus mengajak mereka berjalan diantara kursi-kursi penumpang.
Kami tiba di Solo sekitar jam 4.30 sore dengan disertai hujan deras. Oia, kami dijemput oleh Mbah Sabar (adik eyang uti) yang tinggal di Kupang yang kebetulan sudah tiba lebih dulu. Kami langsung naek ke mobil APV yang kebetulan dia sewa dari Denpasar.
Tiba di kampung sekitar jam 6.30 masih hujan deras. Adek dan kakak buru-buru dimandikan dengan air hangat setelah itu kami suapin makan malam dengan tempe goreng dan telor dadar. Mereka masih pingin bermain lho, kok ya gak ada capeknya ya!
Akhirnya setelah lampu dan tv dimatikan, mereka mau tidur sekitar jam 8.30.
Esok hari ya, mereka bangun pagi seperti kebiasaan di jakarta. Rencananya Sabtu ini, kami mau ke rumah eyang kakung di klaten dengan meminjam mobil mbah Sabar.
Pagi ini, rencananya mbah Sabar menjemput rombongan bude Wiwik dan Mas Tama, Mbah Ni dan Elin, Mbah Ayu dan Matthew. Kami jalan sekitar jam 09.30 setelah sebelumnya nyekar ke pemakaman keluarga dari eyang kakung di Donosari.
Tiba diKlaten jam 11.20, kami disambut oleh eyang kakung dan eyang Eni. Setelah ngobrol-ngobrol dan lanjut makan siang akhirnya kami nyekar ke makam eyang uti bersama dengan eyang kakung. Sementara adik dan kakak bersama tante dan eyang Eni di rumah.
Sekitar jam 13.30, kami pamit dari Klaten, lanjut ke stasiun kereta Solo balapan untuk memesan tiket pulang. Setelah itu kami mampir ke toko roti Orion, ibu beli bolu mandarinnya, roti sobeknya buat adek dan kakak. Didaerah Palur, kami memampir ke kios bakso rusuk. Tiba di kampung sekitar jam 06.00 sore. Ada cerita lucu, kami hanya membaca peta yang ada dijalan, mungkin seharusnya ada short cut-nya tapi karna takut nyasar, kami patuh pada petunjuk jalan dan setelah bertanya kesana-kemaren:-)


Senangnya adek bermaen bersama sodara-sodaranya:-)

Malam harinya, kami tidur bersama. Letaknya masih sama diruang tengah rumah yang memang kebetulan besar. Karena ini sudah ramai dan banyak teman-temannya adek dan kakak tidak langsung mau tidur walaupun akhirnya mereka mau tidur juga tapi sudah agak malam.
Minggu pagi, rencananya kami bersama-sama menyekar ke makam eyang buyut. Tapi karna adek dan kakak minta dikeloni, akhirnya ibu tidak ikutan jalan. Mereka tidur agak lumayan sampai menjelang acara misa arwah 1 tahun eyang buyut sekitar jam 4 sore. Selama disana adek lebih seperti anak yang sudah gede saja, dia bisa ikutan main ke tante elin, mas tama, om matthew dan sodara-sodaranya yang sudah besar. Liat gayanya sewaktu berebut bola dengan mas Tama, main kejar-kejaran dengan yang lain, sementara kakak lebih banyak digendongan dan main bersama ayah. Gayanya membuat beberapa orang dewasa menjadi tertawa karna dia sering kali ketinggalan dan ubek sendiri, hehehe...
Acara misa baru selesai sekitar jam 6 sore, kemudian dilanjutkan dengan photo dan makan bersama keluarga besar eyang buyut Sutowiyono. Setelah acara makan, kami tetap berkumpul bersama diruang depan. Lagi-lagi adek berusaha menarik perhatian orang dewasa dengan ikut bermaen kejar-kejaran ditengah-tengah ruangan bersama sodara-sodaranya. Selanjutnya dia pun bersalaman dengan semua eyangnya yang ada disitu, lucu dan gak ada capeknya:-)


foto :




Back to Jakarta


Senin pagi ini, rencananya kami akan balik ke Jakarta bersama mbah Ani dan tante Elin, bude Wiwik dan mas Tama dianter oleh Mbah Sabar. Kerepotan sudah tampak pagi-pagi dipawon (rumah yang dipergunakan untuk kegiatan masak-memasak, kalo dikampung kami ukurannya bisa 1 rumah sendiri dengan luas Kira-kira 200m), sekitar jam 4an, mbah Warni dan mbah-mbak lagi mulai melakukan persiapan memasak sarapan pagi dan bekal selama perjalanan.
Adek dan kakak tetep bisa bangun pagi selama disana. Sekitar jam 6, kami sudah mandikan mereka setelah itu diteruskan sarapan pagi. Sementara ayah dan ibunya sudah mandi terlebih dulu. Tepat jam 6.30 kami berangkat dari kampung menuju Solo dengan dianter oleh mbah Sabar. Sepanjang perjalanan adek dan kakak sempet tertidur. Tiba di Solo sekitar jam 7.30, tidak lama menunggu kereta kemudian datang.
Perjalanan pulang kali ini lebih rame dibanding sewaktu berangkat, secara ambar dan laras ada temennya tante elin dan mas tama:-) sepanjang perjalanan, mereka gak henti berjalan didalam gerbong. Mereka sempet tertidur sekitar 2 jam.
Kami tiba di stasiun Jatinegara sekitar jam 4an, diiringi hujan deras...sewaktu mau turun dari kereta, adek dan kakak anteng dalam gendongan ibu dan eyang. Om Rio bersama papanya, menjemput mbah ani dan tante elin, bude wiwik dan mas tama. Kami berpisah distasiun dan melanjutkan perjalanan menuju cipinang dengan taksi. Kami tiba dirumah masih hujan deras. Begitu sampe dikamarnya, mereka terlihat heran, hehehe…mungkin dalam hatinya mereka berpikir kok beda dengan waktu mereka di kampung, mo lari kesana kemari bisa karna saking luas tempatnya, hehehe…
welcome to your grand ma sweet home ya nak:-)

Kamis, 2008 November 27

Asip tertinggal didalam tas untuk kedua kalinya…

Ibu baru ‘ngeh’ kalo 2 botol asip kemaren sore tertinggal ditas pada saat ibu didalam toilet kantor pagi hari ini. Satu botol isi 200ml dan satunya 120 ml, rasanya campur aduk, yg pasti bikin ibu sebel karna keteledoran ini dan sedih karna membayangkan mereka gak minum asip pagi ini... sia-sia usaha ibu menyempatkan waktu untuk memerah asi disela-sela jam kantor, kalopun akhirnya terbuang percuma. Memang kemaren, ada kejadian yang bikin ibu agak bete karna harus memerah dengan berdiri sementara kursi yang biasa ibu pake digunakan temen yang pingin tidur sebentar. Tapi akhirnya ibu berusaha me-manage diri agar tidak bête, karna efeknya akan ke asi ibu.

Ini adalah kejadian yang kedua kalinya, ibu merasa konyol banget kesalahan yang sama terulang lagi. Kehilangan pertama waktu itu sekitar 400ml, waktu itu ayah yang tau pertama kali sewaktu memasukkan botol baru yang akan dipake ke tas ibu. Akhirnya sebelum jalan, ibu berusaha memerah dulu sedapatnya untuk ditinggal dirumah.

Kemaren sore waktu ibu pulang kantor, adek dan kakak memang sudah ribut minta diklenonin dengan ibu, padahal ibu belum mandi. Akhirnya ibu buru-buru mandi dan langsung menidurkan kakak terlebih dahulu disusul adek. Sekitar jam 8 baru keduanya tertidur, baru ibu makan malam. Karna dari sore, ibu pingin makan mie ayam yang pedes, akhirnya ibu minta tolong ayah untuk beli mie ayam tsb. Ibu juga agak heran padahal ayah sempet membuka tas ibu lho, tapi kok gak dibuat ‘ngeh’ kalo ada botol didalam tas.

Setiap ibu pemerah asi, pasti sudah perñah mengalami ‘perasaan’ seperti nelongso yang amat sangat dalam. Waktu kejadian pertama, ibu sering kali bilang rasanya seperti kehilangan permata padahal untuk beli permata pun sudah tidak akan pernah kebeli secara pasti lebih penting beli kebutuhan adik dan kakak…

Ya mungkin, memang belum rejekinya mereka, meskipun asip itu ikhlas ibu berikan, maafkan keteledoran ibu sama ayah ya nak…semoga kejadian ini, tidak terulang lagi ya…

Rabu, 2008 November 05

Mereka sudah pinter meniru:-)

Beberapa hari ini ibu amati gak adek gak kakak, tingkah lakunya lucu2 deh, mereka suka meniru kelakuan orang tua mereka, hehehe…
Contohnya setiap mempersiapkan keperluan mandi pagi/ sore, biasanya ibu sediakan minyak telon dan hair lotion, biasanya mereka ambil dan buat mainan sebelum dipake, kemudian satu tangan mereka seakan-akan menuang botol minyak telon dan tangan satunya menadahkan hasil tuangan kemudian mereka usap-usapkan ke badan. Sementara kalo hair lotion, mereka pijet2 ke kepala mereka persis seperti yang ayah dan ibu lakukan ke mereka, hehehe…
Pagi ini, sewaktu ayah memandikan kakak, ibu dan adek dikamar mempersiapkan baju yang akan dipakai, ibu tersenyum-senyum sendiri melihat ulah adek Laras yang ngotot mencoba pake celana sendiri, hehehe…. Adek sudah pinter sih, dia mencoba memasukkan kaki kanannya ke salah satu lubang celana, dua2nya sudah bisa masuk ke dua lubang yang berbeda tapi sayangnya adek belum bisa mengangkat kakinya untuk meneruskan celana itu sampai ke pantatnya…dia sampai berubah posisi, hehehe
Dari yang tadinya duduk dikasur, sampai akhirnya pindah ke ubin, tapi tetep saja tidak sukses untuk menaekkan celananya sampai ke atas…
Waktu makan pun begitu, kemaren sore sewaktu ibu suapin, adek berusaha memegang sendoknya sendiri, tapi karna takut berantakan, akhirnya ibu bantu arahkan, dalam sekejap makanannya abis (sebenarnya tidak boleh ya, biar adek belajar memegang sendok sendiri ya, hehehe). Sampai2 akhirnya ibu minta tambah nasi lagi dengan ayah yang sedang menyuapi kakak. Waktu sarapan pagi pun begitu, adek mulai mencoba memegang sendok kecilnya berisi makanan dan langsung dimasukkan ke dalam mulutnya. Menyenangkan sekali kalo adek begitu setiap makan, langsung ludes abis makanannya:-)
Bukan itu saja, kakak dan adek pun suka berebut sapu untuk ikutan menyapu rumah, karena sering melihat eyang dan ayahnya menyapu. Selain itu mereka pun suka meniru seakan-akan mereka akan menge-lap sesuatu entah itu kaca atau meja, hehehe…semoga saja mereka menjadi anak-anak yang rajin ya kalo sudah besar nanti:-)

Rabu, 2008 Oktober 29

Pertemuan dengan mbak wati yang membuat kami sekeluarga was-was…

Tanggal 23 kemaren, menjelang sore, kami mendapat pengganti mbak Pini, namanya mbak Wati. Dia mengaku berasal dari Kebumen, sudah menikah dan mempunyai anak 4. Dia tinggal di jakarta bersama suaminya yang sedang jobless dan anaknya yg katanya jualan voucher di daerah karet.
Ada kejadian yang cukup membuat ibu was-was dengan mbak wati ini. Jumat siang sekitar jam 1an, dia mengajak laras keluar rumah sampai ke perempatan yang jaraknya kurang lebih 1 kilo dari rumah tanpa bilang ke eyang. Waktu itu eyang bersama ambar mengambil makan siang ke dapur, sewaktu balik laras sudah tidak ada ditempat. Eyang mencari laras didalam rumah ternyata tidak ada, setelah itu eyang keluar, tengok kanan kiri tidak ada orang, akhirnya keluar rumah, bertemu dengan tetangga, sempet tanya apakah melihat laras, ternyata om gatot tidak melihat. Setelah itu, eyang bertanya ke tante Norma, setelah ditanyakan, ternyata tante ini melihat laras dibawa oleh mbak wati ke perempatan deket pasar. Eyang buru2 meminta bantuan tante norma untuk mengejar mbak wati dan meminta untuk mengendong laras pulang. Akhirnya laras dibawa pulang oleh tante norma diikuti mbak wati dari belakang. Ketika ditegor eyang, mbak wati bilang kalo laras nangis, maka dia ajak keluar rumah, tapi tidak dengan jarak yang sedemikiann jauh dari rumah seharusnya. Oleh eyang diingatkan untuk tidak membawa anak-anak keluar rumah, kalaupun keluar biar orang tua dan eyangnya yang mengajak..
Pengalaman hari Sabtu pun kebetulan ibu menjaga kakak dan adek bersama dengan mbak wati, dia ada beberapa kali menyebut untuk mengajak anak-anak keluar rumah untuk melihat monyet. Ibu pun sudah menegur untuk tidak membawa anak-anak keluar rumah. Karna ambar rewel akhirnya ibu menidurkan kakak terlebih dahulu, sewaktu menidurkan, pikiran ibu was-was karna laras bersama dengan mbak wati. Beberapa lama, kedengaran suara laras yang teriak2 dan itu bisa menenangkan hati ibu, tapi kemudian gak ada suara sama sekali, ibu berusaha memanggil laras berulang-ulang, tapi kok gak dibalas. Akhirnya ibu berusaha bangun tanpa memperdulikan ambar yang belum tidur untuk mengecek keberadaan laras. Ibu menemukan laras sedang duduk diruang tengah, setelah itu ibu kembali ke kamar. Karna ambar tidak mau tidur juga, akhirnya kita keluar menyusul adik yang sudah diruang tengah.
Sekitar jam 6.30 malem, mbak wati pamit katanya mo main ke tempat suaminya, setelah itu sekitar jam 8.30, dia pamit mau menginap dirumah suaminya dan akan balik besok pagi.
Malam itu kami memutuskan untuk tidak menggunakan bantuan dari mbak wati, mengingat cara dia membawa laras tanpa bilang ke eyang, suaminya yang bolak-balik rumah, melanggar perjanjian dengan ayah. Kami takut sewaktu eyangnya lengah, mungkin laras bisa saja diajak pergi jauh. esoknya begitu dia kembali ke rumah sekitar jam 5 pagi dianter dengan suaminya, ayah memanggil suaminya untuk masuk rumah. Suami masuk ke rumah dengan cara melompat tembok pager samping, agak aneh ya!
Saat itu kami bicarakan baik-baik kalau kami kurang sreg dengan mbak wati, mereka bisa menerima keputusan tsb dan saat itu juga mbak wati merapihkan tas bawaannya dan keluar dari rumah bersama dengan suaminya.
Ya mungkin memang harus repot lagi ya, tapi kami semua tenang tidak ada perasaan was-was dan ambar laras aman bersama eyangnya. Kami akhirnya minta bantuan mbah Mul dan mbah Ni beserta om Rio (8), tante Elin (3) buat menjaga mereka.